Penyelidikan dan Penyidikan

4

Berbicara tentang penegakan hokum suatu kasus, hampir sepenuhnya akan menyinggung soal Penyelidikan dan Penyidikan. Banyak kasus yang kita lihat dan ikuti yang berbicara tentang suatu kasus, tidak mengerti apa itu Penyelidikan dan Penyidikan.

Dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1981 tentang Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHP) dalam Pasal 5, yang dimaksud dengan PENYELIDIKAN adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini.

Dalam Pasal 1 butir (2) KUHAP, dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan PENYIDIKAN adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.
Penyidikan berasal dari kata “sidik” yang artinya terang. Jadi yang dimaksud dengan penyidikan adalah membuat terang atau jelas kejahatan.

Ada juga isu yang beredar tentang istilah “kemandirian penyidik”. Artinya adalah sebagai kewenangan yang dimiliki seorang penyidik atau pembantu penyidik guna menangani kasus menurut keyakinannya. Ada juga yang berpendapat bahwa kemandirian penyidik berarti walau bagaimanapun, si penyidik pada saat yang sama juga berada dalam struktur hierarki kepolisian sehingga perlu (minimal) mendengar pendapat pimpinannya.

Penyelidikan dilakukan sebelum penyidikan, penyelidikan berfungsi untuk mengetahui dan menentukan peristiwa apa yang sesungguhnya telah terjadi dan bertugas membuat berita acara serta laporannya yang nantinya merupakan dasar permulaan penyidikan. Dalam teorinya, degradasi penyidikan menjadi penyelidikan memang hal yang mungkin saja terjadi.

Iklan