Budaya Larangan Merokok “PKM-GT”


Dikalangan mahasiswa saat ini terdapat banyak hal-hal atau kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah menjadi kebutuhan pokoknya. Salah satu kebiasaan itu adalah merokok. Merokok bisa dibilang sudah menjadi kebiasaan yang sangat erat dengan kehidupan manusia. Tidak mengenal jenis kelamin, umur bahkan status seseorang. Dapat dikatakan merokok itu merupakan suatu gejala penyakit social yang sudah akut dalam kehidupan manusia. Sebagaimana kita tahu, merokok dapat menyebabkan kanker yang bisa menyebabkan kematian. Bahkan didalam kemasan rokok itu juga terdapat tulisan “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan ganguan kehamilan dan janin.”
Dilingkungan kampus, merokok pasti merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, bahkan pula dosen. Padahal, banyak terpampang di sekitar wilayah kampus dengan besarnya spanduk yang dipasang bertuliskan “KAWASAN BEBAS ROKOK” Spanduk-spanduk seperti itu jelas terpaampang di sekitar wilayah kampus.  BUDAYA LARANGAN MEROKOK DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS

Merokok mungkin adalah semacam iman. Di dalamnya terdapat mitos dan keyakinan. Ada mitos tentang kejantanan, ada pula keyakinan tentang solusi dari rasa tertekan. Mitos, keyakinan, dan citraan ini bertebaran di sekitar aktivitas merokok dan menelan kesadaran akan bahaya merokok bagi kesehatan, baik si perokok maupun orang di sekitarnya. Sebagaimana lazimnya, mitos dan keyakinan tak gampang diubah. Merokok jadi sulit dihentikan. Berhenti merokok berarti melawan mitos, eyakinan, dan citraan yang telah dibentuk selama ini. Mungkin hal ini boleh disebut sebagai suatu ajakan praktis menghentikan merokok.

Berbicara tentang rokok, meskipun rokok adalah salah satu sumber pendapatan negara tetapi nilainya mungkin lebih banyak negatifnya daripada nilai tambahnya. Bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi pada akhirnya rokok tersebut hanya dihisap untuk dibuang, lalu sampah puntung pun menjadi problem masyarakat karena hanya sekitar 10-15% puntung rokok yang dibuang secara benar. Yang lainnya dibuang sembarangan ke jalan-jalan yang akhirnya memenuhi sungai dan laut kita.

Kalau kita bicara soal asap rokok, memang dibandingkan kita bernafas kadar CO2 diasap rokok tergolong kecil, tetapi kalau bernafas dan merokok pada akhirnya total CO2 yang dikeluarkan lebih besar dari yang seharusnya. Asap rokok juga menjadi polusi bagi perokok pasif yang menghirupnya serta membuat sekitarnya bau juga. Rokok mengandung 4000 jenis bahan kimia yang bersifat merugikan bagi diri kita sendiri.

2 thoughts on “Budaya Larangan Merokok “PKM-GT”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s