Semua senang, semua menang #BBM

0

Fenomena dibalik kenaikan BBM !
Hahhh…. BBM…..
Bagaimana pengaruh kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 23 Juni lalu terhadap kalian guys…. ?
Yap, DPR memutuskan kenaikan harga BBM, premium menjadi Rp 6500 dan solar menjadi Rp 5500. Pemerintah beralasan kalau APBN Indonesia sangat berpengaruh dengan harga BBM dan karena itulah pemerintah menaikkan harga dengan mencekokkan BLSM kepada rakyat….
Haha
Bicara BLSM, kendala yang terjadi adalah pendistribusian dana BLSM kepada rakyat miskin yang carut marut. Ini membuktikan bahwa pemerintah juga belum siap merealisasikan jalur alternative untuk menaikkan harga BBM…
Dan anehnyaa lagi, rakyat yang menentang habis-habisan kenaikan BBM justru rela antri untuk mengambil jatah BLSM nya. Sungguh aneh bukan….?
Kalo menentang kenaikan BBM ya seharusnya jangan terima dana BLSM nya dong…..
Menurut gue, itu ibarat pahit gak mau, tapi kalo manis mau…
Hahahah
Dalam tulisan ini gue gak mau menyyinggung politik, karena kalo dibicarakan gak abis-abis dehhh…..
Kali ini gue pengen cerita yang real-real ajja dehh
Lalu keanehan apalagi yang terjadi …..
Gue adalah salah satu pengguna transportrasi umum. Sebelum harga BBM naik, harga metro mini/kopaja/mikrolet Cuma Rp 2000…
Jadi disini, setiap ada uang logam 500aan itu sengaja gue sisihkan untuk memberikan uang logam tersebut kepada pengamen,pengemis dsb…
Lalu apa yang terjadi setelah harga BBM naik ?
Sehari setelah Marzuki Ali mengetuk palu yang menandakan kalau harga BBM naik, ongkos metro mini/kopaja/mikrolet naik menjadi Rp 2500,., menurut gue ini adalah berita buruk bagi pengemis/pengamen karena uang logam 500an yang seharusnya gue beri buat mereka, kini gue simpen untuk bayar ongkos metromini/kopaja/mikrolet….hahahaha…..
Walaupun pada akhirnya dengan Peraturan Gubernur Jakarta No 67 Tahun 2013 tarif kopaja/metro mini/ mikroleet jadi Rp 3000, dan pengamen/pengemis pun menjadi girang kembali….
Yeayy….
Tetap Hidup meskipun Harga BBM naikk….. !!!! Semua senang, semua menang…. 🙂

Indomaret, 13 Juli 2013

Fatwa Islam dan Hukum Positif Di Indonesia

2

Fatwa adalah suatu jawaban dalam suatu kejadian (memberikan jawaban yang tegas terhadap segala peristiwa yang terjadi dalam masyarakat). Menurut Imam Zamahsyari dalam bukunya “al-kasyaf” pengertian fatwa adalah suatu jalan yang lapang/lurus. Dalam bahasa arab al-fatwa; jamaknya fatâwa artinya petuah, nasehat, jawaban atas pertanyaan yang bertalian dengan hukum Islam. Dalam ilmu ushul fiqh, fatwa itu berarti pendapat yang dikemukakan seorang mujtahid atau fiqih (mufti) sebagai  jawaban atas permintaan yang diajukan oleh peminta fatwa (mustafti) dalam suatu kasus yang sifatnya tidak mengikat, maksudnya adalah pihak yang meminta fatwa tersebut baik pribadi, lembaga, maupun kelompok, masyarakat , tidak mesti harus mengikuti fatwa tersebut, karena fatwa tersebut tidak mempunyai daya ikat. Sedangkan fatwa menurut arti syari’at ialah suatu penjelasan hukum syar’iyah dalam menjawab suatu perkara yang diajukan oleh seseorang yang bertanya, baik penjelasan itu jelas/terang atau tidak jelas (ragu-ragu) dan penjelasan itu mengarah pada dua kepentingan yakni kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat banyak.

Dari hal di atas dapat digambarkan bahwa fatwa adalah sebuah pendapat atau nasehat dari seorang mujtahid atau mufti, sebagai jawaban atas pertanyaan dan permintaan yang diajukan oleh peminta fatwa (mustafti) terhadap suatu kasus yang sifatnya tidak mengikat. Dalam memberikan fatwa, para ulama melakukan langkah secara kolektif, melakukan musyawarah untuk menyoroti permasalahan yang dipertanyakan oleh peminta fatwa (mustafti) dan kemudian akan ditetapkan sebuah hukum secara bersama-sama, dan tidak dilakukan secara individual.

Berdasarkan sumber hukum yang berlaku dalam sistem hukum nasional, yakni dalam sistem hukum nasional secara formal terdapat lima sumber hukum, adapun sumber hukum tersebut sebagai berrikuti: undang-undang, kebiasaan, putusan hakim (yurisprudensi), traktat, serta doktrin (pendapat pakar pakar/ahli hukum). Kemudian untuk dapat mengetahui tata urutan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, maka bisa dilihat dalam Undang-undang no 12 Tahun 2011 Tentang Peraturan Perundang-undangan, tepatnya dalam Pasal 7 yaitu hierarki perundang-undangan.  Sumber hukum positif dalam sistem hukum nasional di atas dan dalam tata urutan peraturan perundang-undangan, sebagaimana telah disebutkan dalam Undang-Undang No 10 Tahun 2004 tentang peraturan perundangundangan, tidak menyebutkan fatwa sebagai bagian dari dasar hukum di negara ini, sehingga fatwa tidak dapat dijadikan sebagai landasan hukum.

Fatwa hanya sebagai suatu pendapat atau nasehat yang disampaikan oleh para ahli hukum Islam yang tergabung dalam suatu wadah organisasi, seperti MUI, Muhammadiyah, NU, Persis, dan lembaga lainnya. Sehingga fatwa dapat dikorelasikan dengan sumber hukum formal dalam sistem hukum nasional, yakni kedudukan fatwa sama dengan doktrin yang merupakan pendapat pakar atau pendapat para ahli di bidang hukum positif. Dalam praktik, doktrin (pendapat ahli hukum) banyak mempengaruhi pelaksanaan administrasi Negara, demikian juga dalam proses pengadilan. Seorang hakim diperkenankan menggunakan pendapat ahli untuk dijadikan sebagai pertimbangan hakim dalam memutus sebuah perkara, kemudian bagi seorang pengacara/pembela yang sedang melakukan pembelaannya pada suatu perkara perdata, seringkali mengutip pendapat-pendapat ahli sebagai penguat pembelaannya. Begitu pula dengan fatwa, dalam sejarah Peradilan Agama di Indonesia, Pengadilan Agama untuk dapat memeriksa, menangani, dan memutus perkara perdata (masalah kekeluargaan, kewarisan, perceraian, dan lain sebagainya), maka Pengadilan Agama memakai fatwa sebagai landasan hukum, yakni fatwa disepakati oleh Mahkamah Agung bersama Pengadilan Agama. Kemudian sebagai contoh bahwa fatwa juga telah digunakan oleh hakim sebagai pertimbangan dalam memutus perkara perdata yakni pada undang-undang no. 3 tahun 2006 tentang Pengadilan Agama disebutkan bahwa Pengadilan Agama berwenang untuk menyelesaikan sengketa ekonomi syari’ah, maka dari itu produk fatwa MUI dijadikan sebagai dasar untuk memutus sebelum ada undang-undang tentang ekonomi syari’ah, misalnya fatwa MUI no 21 tahun 2001 tentang pedoman umum asuransi syari’ah, fatwa MUI no 3 tahun 2003 tentang zakat penghasilan, dan fatwa-fatwa lain tentang ekonomi yang berbasis syari’ah.

Seorang hakim juga menggunakan INPRES no. 1 tahun 1991 yang sering disebut sebagai KHI (Kompilasi Hukum Islam) sebagai dasar hukum, padahal dalam sejarah menyebutkan bahwa KHI merupakan hasil ijtihâd ulama imam mahzab, yakni mahzab Syafi’i, hal ini menyebutkan bahwa ijtihâd ulama sebagai sebuah fatwa telah mewarnai keberadaan hukum di Indonesia. Fatwa sebagai pendapat ahli dalam hukum Islam dan doktrin sebagai pendapat ahli dalam hukum positif dapat dipakai sebagai pertimbangan hakim dalam memutus perkara perdata, namun tidak semua produk fatwa maupun doktrin dipakai oleh hakim, akan tetapi sebagian kecil saja dari fatwa ulama maupun doktrin (pendapat ahli hukum positif). Selain itu, fatwa juga mempunyai beberapa perbedaan mendasar dengan doktrin. perbedaan antara fatwa dan doktrin yakni pertama, dilihat dari objek yang menjadi focus pembahasan, pada fatwa yang menjadi focus pembahasan adalah berkenaan dengan persoalan agama, khususnya permasalahan hukum Islam. Sedangkan doktrin yang menjadi focus pembahasan adalah permasalahan dalam hukum positif. Kedua, dari segi waktunya fatwa berlaku saat ini juga, sejak fatwa tersebut dikeluarkan oleh lembaga yang bersangkutan, sedangkan doktrin berlaku kemudian setelah doktrin tersebut dikeluarkan oleh para pakar dan kadangkala juga harus diuji terlebih dahulu untuk dapat dipakai dan diberlakukan. Ketiga, fatwa dapat disampaikan secara individual dan secara kolektif, akan tetapi untuk saat ini seringkali disampaikan secara secara kolektif, sedangkan doktrin biasanya dikeluarkan oleh seorang ahli atau seorang pakar hukum.

Sehubungan dengan kedudukan fatwa, maka dapat dipersamakan dengan doktrin, dan sudah barang tentu kekuatan dari fatwa itu tidak mutlak dan tidak mengikat sebagaimana berlaku pada ketentuan sebuah undang-undang ataupun putusan hakim yang sifatnya mengikat, sehingga fatwa tersebut tidak harus diikuti baik oleh pribadi, lembaga, maupun kelompok masyarakat, karena jelas fatwa tidak mempunyai daya ikat yang mutlak. Hal ini juga berlaku pada doktrin, doktrin tidak memiliki daya ikat. Berlakunya sebuah doktrin tergantung pada kewibawaan dari doktrin tersebut, manakala doktrin tersebut sesuai dengan nila-inilai dan keyakinan yang ada dalam masyarakat, maka masyarakat akan melaksanakan isi doktrin dan begitu juga sebaliknya, jika doktrin tidak sesuai dengan nilai-nilai serta keyakinan masyarakat, maka masyarakat akan cenderung meninggalkan melaksanakan doktrin tersebut. Doktrin baru akan berlaku mengikat apabila telah diatur dalam peraturan perundangundangan, seperti contoh doktrin Pancasila.

NB : Ini adalah bentuk kebingungan gue terhadap kedudukan fatwa dalam hukum positif di Indonesia dan Tulisan ini adalah copypaste dengan sedikit perbaikan 🙂 🙂

Fungsi Hukum Administrasi Negara Sebagai Pelayanan Publik

0

Teori ilmu administrasi negara mengajarkan bahwa pemerintahan negara pada hakikatnya menyelenggarakan dua jenis fungsi utama yaitu
Fungsi pengaturan yang dikaitkan dengan hakikat negara modern sebagai fungsi suatu negara hukum
Fungsi pelayanan dikaitkan dgn hakikat negara sebagai suatu negara kesejahteraan (welfare state)

Klasifikasi pelayanan publik
Menurut Mahmudi (2005: 205-210)
1. Pelayanan keb dasar : kesehatan, pendidikan, sosial, dan keb pokok masyarakat;
2. Pelayanan umum yaitu;
– Pelayanan administratif : penyediaan jasa yg dibutuhkan publik misalnya pengurusan KTP
– Pelayanan barang : pelayanan yg menghasilkan berbagai bentuk/jenis barang yang menjadi kebutuhan publik misalnya jalan, jaringan komunikasi
– Pelayanan jasa : pelayanan yg menghasilkan berbagai bentuk jasa yg dibutuhkan publik

Dalam buku penyusunan standar pelayanan publik lembaga administrasi negara Republik Indonesia (2003:24-27) disebutkan bahwa tantangan dan kendala yang mendasar dalam pelayanan publik adalah :
– Kontak antara penyedia layanan dgn masyarakat
– Variasi pelayanan
– Para petugas pelyanan
– Struktur organisasi
– Informasi
– Kepekaan permintaan n penawaran
– Prosedur
– Ketidakpercayaaan publik thdp kualiatas pelayanan

Berkaitan dengan pelayanan publik tentu tidak terlepas dari action dari pemerintahan apakah sesuai atau tidak. Tentunya dalam hal ini pemerintah bertindak sesuai asas umum pemerintahan yg baik (AUPB) Asas umum pemerintahan negara yg baik adalah asas yg menjunjung tinggi norma kesusilaan, kepatutan dan norma hukum untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Pertanyaan yang paling mendasar adalah apakah pemerintah sebagai pengambil kebijakan sudah menjamin dan membangun kesejahteraan sosial ? Hmmm…

Kopaja Metro Mini Trans Jakarta

0

Banyak hal yg membuat gue berpikir dan bertanya kpd diri sendiri saat gue naik TransJakarta ataupun Metro Mini, begitu juga dengan Kopaja…
Di Metro mini dan Kopaja identik dengan pengamen.
Ntah kenapa sepengengalaman gue naik metro mini lagu yg paling sering pengamen bawain adalaah lagunya Armada – Hargai Diriku
“Coba kau lihat …..” (Gue lupa liriknyaa….) Ha…ha…
Gue janji, kalo ada pengamen nyanyiin lagu Jflow atau DisciplesRAP, gue janji gue akan kasi 10rb.
Bagi yang gak dapet tempat duduk, yAaa siaop-siap ajja diri gencet-gencetaan…
Eeeiittsss, Bagi yg udah duduk dengan nyaman jangan senang dulu, kondektur (sambil mengetuk koin ke kaca) tek…tek…tek… mengarahkan seluruh penumpang naik ke bis di blakang dengan alasan bis mogok ataupun ban bocor atau apalah….
Yahhh…diri lagi deeeh
Bau badan bau ketek bahkan bau napas saling beradu di penciuman.

Dalam TransJakarta, kenapa harus ada tulisan, “Khusus Wanita” (tulisan pink). Sepengetahuan gue, gak ada seorang lelakipun yg diijikan duduk disitu, walaupun ada t4 duduk yg kosong. Seharusnya, ada juga tulisan, “Khusus Pria” biar adil. Jangan menyalahkan arti kata Emansipasi wanita dalam artian wanita diutamakan…. Haaaa…
Singkatnya siih cewe juga suka modus (pasang muka melas) ke laki-laki yg duduk jika tdk dpt t4 duduk di TransJ….

Metro mini 72
Lebak Bulus – Pondok Indah – Radio Dalam – Blok M
Kopaja 66
Blok M – Komdak – Kuningan – Manggarai

Benda Bergerak dan Benda Tak Bergerak

0

Benda tak bergerak (Pasal 506 KUHPer) dapat diklasifikasikan:
• Benda tak bergerak karena sifatnya maksudnya disini adalah benda yang tidak bisa berpindah atau dengan kata lain benda tetap.
• Benda tidak bergerak karena tujuannya.
• Benda tak bergerak karena ketentuan undang-undang.
Penyerahan benda tak bergerak dilakukan dengan pengumuman akta yang bersangkutan (Pasal 616 KUHPer). Pengumuman itu dilakukan dengan memindahkantangankan benda atau pihak yang ikut berhak, baik dalam akta sendiri maupun dalamkata otentik lain yang kemudian dibuat dan yang harus diumumkan, juga pada waktu dan dengan cara seperti yang diatur dalam pengumuman akta pemindahtanganan atau pemisahan tersebut. Semua pengumuman yang bertentangan dengan ketentuan ini adalah batal, tanpa mengurangi tanggung jawab pegawai yang telah memberikan salinan akta tersebut tanpa kuasa yang diperlukan, dan tanggung jawab penyimpan hipotek (utang) yang melakukan pengumuman tanpa kuasa.

Barang bergerak dapat diklasifikasikan:
• Barang bergerak karena sifatnya adalah benda yang dapat berpindah sendiri atau dipindahkan (Pasal 509 KUHPer), contohnya perabot rumah, mobil, motor dan sebagainya.
• Barang bergerak karena ditentukan oleh undang-undang. Maksudnya disini adalah benda yang menurut undang-undang digolongkan ke dalam kategori benda bergerak. Contohnya saham dan obligasi dan sebagainya (Pasal 511 KUHPer)
Penyerahan benda bergerak (Pasal 612 KUHPer) :
• Penyerahan benda bergerak, kecuali tidak bertubuh dilakukan dengan penyerahan yang nyata oleh atas nama pemilik atau dengan penyerahan kunci-kunci bangunan tempat barang itu berada. Penyerahan tidak diharuskan, bila barang yang harus diserahkam dengan alasan hak lain, telah dikuasai oleh orang yang hendak menerimanya.
• Penyerahan piutang atas nama dan barang lain yang tidakbertubuh dilakukan dengan jalan membuat akta otentik atau dibawah tangan yang melimpahkan hak atas barang itu kepada orang lain. Penyerahan ini tidak ada akibatnya bagi yang berutang sebelum penyerahan itu diberitahukan kepadanya atau disetujuinya secara tertulis.
• Penyerahan surat utang atas tunjuk dilakukan dengan memberikannya.
• Penyerahan surat utang atas perintah dilakukan dengan memberikannya bersama endosemen (pengalihan) surat itu.

Kesimpulannya,  penyerahan benda bergerak dan tidak bergerak tidak sama.

Lo dapat apa? Gue dapat ini….

0

Hidup cuma sekali. Jika hidup sudah dijalani dengan baik, sekali saja cukup….!

Apa yang udah bisa gue hasilkan di usia gue saat ini….?
Yap, sampai saat ini, di bulan september tanggal 5 2013 nanti usia gue tepat berada di usia 23 tahun..
Usia gue saat ini adalah 22 tahun,
Pertanyaan besarnya adalah “APA YANG UDAH GUE BISA HASILKAN ATAU YANG SUDAH GUE DAPATKAN SEKARANG…..?”
Dari segi materi yang gue punya misalnya,,,
Sampai di usia gue saat ini, gue sudah bisa membeli apa yang menjadi kebutuhan gue di saat itu (walaupun sebagian ada yang sudah gue jual). Sisi yang menjadi hal yang bisa gue banggakan adalah karena dalam hal tertentu gue bisa membeli barang memakai uang gue sendiri yang notabene sampai saat ini gue belum mempunyai pekerjaan. Sumber keuangan gue satu-satunya adalah uang bulanan dari orang tua gue ditambah dengan beasiswa yang gue dapat dari kampus sewaktu menjadi mahasiswa serta program PKM dikampus gue. Jatah uang bulanan yang gue dapat dari orangtua gue juga ga banyak namun gue bisa bilang itu cukup sekitar 1juta/bulan)…..
Barang yang pertama kali bisa gue beli pake uang sendiri (dapat subsidi 600rb dari bokap) adalah handphone Nokia 6630 (second) kalau tidak salah dengan harga Rp. 1.600.000. itu tahun 2006 saat gue kelas 2 SMA.
Tidak lama setelah itu gue membuka rekening tabungan, dan gue ingat saldo pertama gue saat itu adalah 500rb.
Kemudian di pertengahan 2010 , gue membeli motor SUPRA X 100 CC dengan nommor plat H 2875 QG dengan harga Rp. 5.500.000 . Ini gue beli tanpa sepengetahuan keluarga gue yang kemudian akhir tahun 2012 gue jual lagi dikarenakan gue pindah ke jakarta.
Di akhir tahun 2011 gue beli TV LED TOSHIBA 19’ dengan harga Rp. 1.000.000
Di tahun 2012 gue beli emas 10gr dengan harga Rp 5.400.000
Saldo tabungan gue detik ini adalah Rp. 5.400.000,
Rekor saldo tabungan terbanyak gue sampai di usia gue saat ini dan detik ini adalah Rp. 13.000.000…..
Gue bangga sekali saat ittuuu ….

Ditulis, 5 Januari 2013

Apakah itu cukup ? cobalah lihat hasilnya !

0

Hahhhh….. *menghela nafas*

Loo sudah berusaha, Apakah itu cukup ? cobalah lihat hasilnya ….
Sampai detik saya menulis ini, status saya masih sebagai seorang jobseeker
Hmm…, kira-kira 3 bulan laahh….
Ini menjadi tekanan besar buat gue,
Disatu sisi tekanan itu menjadi beban yang sangat berat untuk gue bawa
Daaannn
Disatu sisi, selama gue pengangguran, gue bisa menilai dan semakin memahami sampai dimana kemampuan serta posisi gue sekarang. Tidak hanya itu, bahkan saat gue menjadi pengangguran seperti sekarang, gue mendapat lebih banyak masukan untuk gue dalam memilih kerja tentunya setelah gue banyak tanya kepada teman gue yang sudah bekerja.
Positifnya, peluang gue sebagai pengangguran lebih besar untuk mendapat dan memilih pekerjaan daripada elo-elo yang sudah kerja…..!
Sekarang gue udah merantau di ibukota, dan sambutan yang gue dapat adalah yap banjir!!!
beteweee, Ada banyak sekali perbedaan yang gue rasakan ketika gue dulu ngekos selama 4 tahun di semarang dengan gue yang baru saja merantau di jakarta (ini akan gue tulis ceritakan dalam postingan gue selanjutnya )
Selama 3 bulan gue menganggur, gue bukannya tanpa usaha, gue berusaha… Baca dan Klik : Goodbye Joobseeker
Gue udah berkali-kali ikut,
Tapi yaa lo tau laah hasilnya…..
Gue uddah berusaha tapi belum cukup untuk mendapatkan tujuan usaha gue !!!!
Jiraiya bilang’ “Kegagalan juga menyenangkan, hidup dengan kepercayaan bahwa cobaan itu berguna untuk menempa diri sendiri” ha.ha.ha.ha…….. hoossshh……… !!!
Daaaaaan
Dalam hati dan di dalam doa gue ,meminta dalam doa gue “Aku menunggu giliranku Tuhan….” Aku yakin, pasti itu datang (Matius 7 : 7 dan Matius 21 : 22) Amiinn.
Gue menunnggu giliranku untuk mendapat satu kursi di salah satu instansi nanti.
Agar paling tidak gue bisa jadi seperti bokap gue.